Medan, 25 Maret 2025 – Kejutan terjadi di Kota Medan. Seluruh SPBU Shell (Pom Bensin Shell) di wilayah tersebut dilaporkan tutup serentak sejak beberapa hari terakhir. Penutupan ini membuat banyak warga bertanya-tanya dan menimbulkan spekulasi terkait kelanjutan operasional Shell di Sumatera Utara.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah SPBU Shell yang biasa melayani pengendara di Medan, seperti yang berada di kawasan Gatot Subroto, Ring Road, dan Jamin Ginting, sudah tidak beroperasi. Plang harga diturunkan, pagar ditutup, dan tidak ada aktivitas pengisian bahan bakar.
“Biasanya saya isi di sini karena lebih cepat dan antrinya nggak sepanjang SPBU lain, tapi sekarang sudah tutup semua. Saya kira cuma satu yang tutup, ternyata semuanya,” ujar Reza, warga Medan Johor.
Penyebab Penutupan Masih Misterius
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Shell Indonesia terkait alasan penutupan semua SPBU di Medan. Namun beberapa sumber menyebutkan bahwa kemungkinan besar berkaitan dengan restrukturisasi bisnis atau penyesuaian strategi operasional perusahaan di luar Jawa.
Kondisi Shell di Jakarta: Masih Normal
Berbeda dengan Medan, SPBU Shell di Jakarta dan sekitarnya masih beroperasi normal. Pengisian BBM jenis Shell Super, V-Power, dan Diesel masih tersedia di berbagai titik seperti di SCBD, Cawang, Pondok Indah, hingga Serpong.
Bahkan, beberapa SPBU Shell di Jakarta baru saja melakukan pembaruan fasilitas dengan menambah layanan convenience store dan charging station untuk kendaraan listrik.
“Kami tetap berkomitmen melayani pelanggan di wilayah Jabodetabek. Tidak ada rencana penutupan,” ujar salah satu petugas SPBU Shell di Jakarta Selatan saat dikonfirmasi.
Apa yang Terjadi di Balik Layar?
Sejumlah pengamat energi menduga bahwa Shell tengah melakukan efisiensi operasional dengan memfokuskan bisnis SPBU mereka di wilayah yang dianggap memiliki potensi pasar lebih tinggi. Wilayah luar Jawa mungkin dianggap belum cukup menguntungkan secara jangka panjang.
“Persaingan dengan Pertamina sangat ketat, apalagi di luar Jawa. Mungkin mereka sedang konsolidasi atau akan mengubah model bisnisnya,” kata Fajri Muchtar, analis sektor migas dari Energy Watch Indonesia.
Warga Minta Penjelasan Resmi
Penutupan ini menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat yang terbiasa menggunakan layanan dan bahan bakar dari SPBU Shell. Banyak pelanggan setia berharap adanya penjelasan resmi agar tidak menimbulkan informasi simpang siur.
“Kami butuh kejelasan, jangan sampai masyarakat dirugikan secara tiba-tiba,” ujar Siska, pengguna mobil hybrid yang biasa mengisi BBM V-Power di Medan.
Hingga kini, Shell Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi. Publik masih menanti klarifikasi, terutama untuk mengetahui apakah penutupan ini bersifat sementara, permanen, atau bagian dari transformasi besar dalam strategi bisnis Shell di Indonesia.