Polisi menyebutkan bahwa dalam penyelidikan awal kasus kematian ADP, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang. Fakta ini cukup signifikan, karena seringkali dalam kasus kekerasan, motif pencurian menjadi salah satu yang utama. Ketiadaan kehilangan barang mengarahkan penyelidikan ke arah motif lain, bukan perampokan atau kejahatan harta benda.
Lebih lanjut, polisi menyebutkan bahwa korban, ADP, juga tidak memiliki riwayat musuh yang diketahui. Informasi ini didapatkan dari keterangan keluarga dan orang-orang terdekat korban. Ketiadaan riwayat permusuhan mempersulit penyidik untuk mengidentifikasi potensi pelaku berdasarkan motif dendam atau konflik pribadi.
Dengan tidak adanya indikasi kehilangan barang dan riwayat permusuhan, polisi menyebutkan bahwa kasus ini menjadi lebih kompleks dalam penentuan motif klasik. Situasi ini mendorong penyidik untuk mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan lain yang tidak konvensional, menjauh dari pola kejahatan yang sering terjadi.
Namun, di tengah ketiadaan motif yang jelas ini, muncul spekulasi terkait kemungkinan “kejahatan simbolik” dari beberapa pihak. Polisi menyebutkan bahwa spekulasi ini muncul di ruang publik, mengacu pada potensi pesan atau makna tersembunyi di balik kematian korban, terutama mengingat latar belakangnya sebagai diplomat.
“Kejahatan simbolik” bisa berarti tindakan kriminal yang bertujuan mengirimkan pesan kepada pihak tertentu, bukan sekadar melukai korban secara fisik. Spekulasi ini, meskipun belum terbukti, menambah lapisan kompleksitas pada penyelidikan dan menuntut analisis yang lebih mendalam dari pihak berwajib.
Meskipun polisi menyebutkan minimnya motif klasik, penyelidikan tetap berjalan secara komprehensif. Tim gabungan yang melibatkan berbagai ahli forensik terus bekerja keras mengumpulkan dan menganalisis semua bukti. Setiap petunjuk, baik fisik maupun digital, akan dievaluasi untuk menemukan kebenaran di balik spekulasi yang ada.
Kapolri telah menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan dengan sangat cermat untuk memastikan semua hasil dapat dipertanggungjawabkan. Polisi menyebutkan bahwa mereka tidak akan terburu-buru dalam mengambil kesimpulan, demi mengungkap kasus ini secara tuntas dan adil, terlepas dari berbagai spekulasi yang beredar.
Secara keseluruhan, polisi menyebutkan ketiadaan motif pencurian dan riwayat musuh yang jelas dalam kasus kematian ADP. Hal ini membuka ruang bagi spekulasi “kejahatan simbolik,” menuntut pendekatan penyelidikan yang lebih luas dan mendalam untuk mengungkap motif sebenarnya di balik peristiwa tragis ini.