SOLOK, SUMATERA BARAT – Dunia pendidikan kembali dikejutkan dengan insiden kekerasan yang berujung maut. Seorang pelajar dibakar oleh teman sekelasnya sendiri di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Peristiwa mengerikan yang terjadi pada Selasa pagi, 8 April 2025, sekitar pukul 07.30 WIB, disaksikan langsung oleh dua orang guru yang berusaha melerai. Akibat kejadian ini, pelajar dibakar tersebut meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif.
Korban yang diketahui berinisial FA (14 tahun), diduga kuat menjadi korban dendam dari pelaku, yang juga merupakan teman sekelasnya berinisial RR (15 tahun). Berdasarkan keterangan saksi mata, termasuk dua orang guru yang melihat langsung kejadian, RR tiba-tiba menyiramkan cairan diduga bensin ke tubuh FA saat berada di halaman sekolah sebelum jam pelajaran dimulai. Seketika api berkobar melalap tubuh pelajar dibakar tersebut.
Teriakan histeris korban membuat panik seluruh siswa dan guru. Dua orang guru dengan sigap berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, luka bakar yang diderita FA sangat parah. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok Arosuka. Sayangnya, nyawa pelajar dibakar tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia beberapa jam kemudian akibat luka bakar yang mencapai lebih dari 70 persen.
Pihak kepolisian dari Polres Solok Arosuka segera tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan dari pihak sekolah. Pelaku RR berhasil diamankan di sekolah dan langsung dibawa ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dua orang guru yang menjadi saksi kunci dalam insiden pelajar dibakar ini juga dimintai keterangan untuk mengetahui kronologi pasti kejadian dan motif pelaku.
Kapolres Solok Arosuka, AKBP Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan kejadian tragis ini. “Kami telah mengamankan pelaku dan sedang melakukan pemeriksaan mendalam. Berdasarkan keterangan saksi, diduga ada unsur dendam yang melatarbelakangi tindakan pelaku. Kami akan menjerat pelaku dengan pasal tentang pembunuhan dengan pemberatan karena dilakukan dengan cara yang sadis,” ujarnya saat memberikan keterangan pers pada Selasa siang, 8 April 2025. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan psikolog untuk menangani dampak psikologis yang dialami siswa dan guru.
Tragedi pelajar dibakar di Solok ini menjadi alarm bagi semua pihak akan pentingnya pengawasan dan pembinaan karakter siswa di lingkungan sekolah. Pihak kepolisian diharapkan dapat menindak pelaku dengan hukuman yang setimpal dan pihak sekolah serta orang tua diharapkan dapat lebih meningkatkan perhatian terhadap potensi konflik dan kekerasan di kalangan pelajar.