Aksi heroik seorang anggota kepolisian di Medan berujung tragis. Briptu Andi (28 tahun), anggota Polsek Medan Kota, menjadi korban bacok saat berusaha melerai aksi tawuran antar kelompok pemuda di Jalan Mongonsidi, Medan, pada Minggu dini hari, 11 Mei 2025, sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, Briptu Andi mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun dari saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa tawuran antar dua kelompok pemuda tersebut terjadi secara tiba-tiba dan melibatkan sejumlah besar orang. Mendapat laporan adanya keributan, beberapa anggota Polsek Medan Kota, termasuk Briptu Andi, segera mendatangi lokasi untuk membubarkan massa. Namun, saat berusaha melerai dan menenangkan kedua belah pihak yang bertikai, Briptu Andi justru menjadi korban bacok oleh salah seorang anggota kelompok yang terlibat tawuran.

Pelaku pembacokan yang belum diketahui identitasnya tersebut langsung melarikan diri setelah melakukan aksinya. Sementara itu, Briptu Andi yang mengalami luka korban bacok di bagian lengan dan punggung segera dilarikan oleh rekan-rekannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapatkan pertolongan medis. Kondisi Briptu Andi dilaporkan stabil namun masih memerlukan perawatan intensif.

Kapolrestabes Medan, Kombes Polisi Rudi Setiawan, saat memberikan keterangan pers pada Minggu siang (11/05/2025) membenarkan adanya insiden anggotanya yang menjadi korban bacok saat bertugas melerai tawuran. Pihaknya mengecam keras tindakan brutal para pelaku tawuran dan menegaskan akan melakukan pengejaran hingga para pelaku berhasil ditangkap.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Anggota kami yang sedang menjalankan tugas mulia untuk menjaga keamanan dan ketertiban justru menjadi korban kekerasan. Tim gabungan dari Satreskrim dan Propam Polrestabes Medan saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku tawuran, termasuk pelaku pembacokan,” tegas Kombes Polisi Rudi Setiawan. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak mudah terprovokasi dan menghindari tindakan kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Kasus korban bacok ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya demi menjaga keamanan masyarakat.