Kabar pilu datang dari Kota Medan, Sumatera Utara. Seorang gadis diperkosa yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung menjadi korban tindakan keji oleh sejumlah pria tak bertanggung jawab. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan pinggiran Kota Medan pada hari Minggu malam, 27 April 2025, sekitar pukul 22.00 WIB. Korban yang diketahui bernama Bunga (16 tahun, nama samaran) mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian dan keterangan saksi, Bunga saat itu sedang beristirahat di sebuah gubuk tempat tinggal sementaranya di kawasan pergudangan. Tiba-tiba, sejumlah pria tak dikenal memaksa masuk dan melakukan tindakan gadis diperkosa secara bergilir. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, para pelaku melarikan diri meninggalkan korban dalam kondisi mengenaskan.
Korban yang trauma dan ketakutan kemudian memberanikan diri mencari pertolongan ke warga sekitar yang kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Timur. Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi. Tim medis juga diterjunkan untuk melakukan visum terhadap korban.
Kapolsek Medan Timur, Kompol Joni Sitompul, dalam keterangannya pada Senin, 28 April 2025, membenarkan adanya kasus gadis diperkosa tersebut. “Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa korban. Saat ini, tim kami sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku,” tegas Kompol Joni Sitompul. Pihaknya telah mengantongi beberapa ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan korban dan saksi mata.
Lebih lanjut, Kompol Joni Sitompul menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan psikologis kepada korban untuk membantu memulihkan traumanya. Kasus gadis diperkosa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan Pemerintah Kota Medan. Berbagai upaya akan dilakukan untuk memberantas tindak kekerasan seksual dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada kelompok masyarakat rentan.
Organisasi perlindungan anak dan perempuan juga turut mengecam keras tindakan biadab tersebut dan mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku serta memberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Mereka juga menyerukan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan jika melihat adanya tindakan mencurigakan atau potensi tindak kriminal.
Kasus tragis yang menimpa gadis diperkosa ini sekali lagi menjadi pengingat akan pentingnya keamanan dan perlindungan bagi kelompok rentan, terutama anak-anak dan perempuan. Pihak kepolisian terus berupaya maksimal untuk mengungkap kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban. Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.