Sebuah insiden tragis yang berujung pada Kasus Pembunuhan mengguncang sebuah keluarga di Medan, Sumatera Utara. Peristiwa memilukan ini dipicu oleh permasalahan honor saksi Pemilu, di mana seorang kakak tega menusuk adiknya sendiri hingga meninggal dunia. Kejadian ini menyoroti bagaimana perselisihan sepele, terutama yang berkaitan dengan finansial, dapat berujung pada tindakan kriminal yang fatal dan merusak ikatan kekeluargaan.

Insiden berdarah ini terjadi pada hari Senin malam, 26 Mei 2025, sekitar pukul 21.00 WIB, di kediaman korban dan pelaku di kawasan Medan Amplas, Kota Medan. Korban, berinisial RK (32 tahun), meninggal dunia setelah ditusuk oleh kakaknya, HS (38 tahun). Menurut keterangan tetangga yang mendengar keributan, perselisihan antara kakak beradik ini bermula dari perdebatan sengit mengenai pembagian honor sebagai saksi Pemilu yang baru saja mereka terima. Suasana yang memanas dengan cepat berubah menjadi kekerasan fisik.

Pihak kepolisian dari Polsek Patumbak, yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Dedi Arman, segera merespons laporan warga. Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban sudah tergeletak tidak bernyawa dengan luka tusuk di bagian dada. Pelaku, HS, berhasil diamankan di lokasi tanpa perlawanan berarti. Barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi penusukan juga berhasil disita oleh petugas. Penangkapan HS ini terjadi pada hari Selasa dini hari, 27 Mei 2025, sekitar pukul 00.30 WIB. Ini merupakan bagian dari penyelidikan Kasus Pembunuhan.

HS kini ditahan di Mapolsek Patumbak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman pidana penjara. Pihak kepolisian masih terus mendalami motif sebenarnya di balik Kasus Pembunuhan ini, meskipun dugaan awal mengarah pada perselisihan honor saksi Pemilu. Keluarga korban dan pelaku yang kini menghadapi duka mendalam diminta untuk bersabar dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. Kasus Pembunuhan ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya pengendalian emosi dan penyelesaian konflik secara damai, terutama dalam lingkup keluarga, agar kejadian tragis seperti ini tidak terulang.