Medan, Sumatera Utara – Suasana di Jalan Gatot Subroto, Medan, sempat memanas pada Rabu siang, 16 April 2025, sekitar pukul 11.00 WIB. Insiden adu mulut yang nyaris berujung adu kontak terjadi antara seorang juru parkir (jukir) liar dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan terkait jukir rebutan lahan parkir. Kejadian ini sempat menarik perhatian pengendara dan pejalan kaki yang melintas.

Kronologi kejadian bermula ketika petugas Dishub melakukan penertiban parkir liar di sepanjang Jalan Gatot Subroto. Saat petugas hendak menertibkan kendaraan yang parkir di bahu jalan yang bukan merupakan zona parkir resmi, seorang jukir yang biasa beroperasi di kawasan tersebut tidak terima. Ia merasa memiliki hak atas lahan parkir tersebut dan terjadilah adu argumen yang sengit dengan petugas Dishub.

Menurut saksi mata di lokasi, perdebatan antara jukir rebutan lahan dengan petugas Dishub semakin memanas hingga nyaris terjadi perkelahian kontak. Beberapa kali jukir tersebut terlihat emosi dan mencoba menghalangi petugas Dishub dalam menjalankan tugasnya. Beruntung, situasi tidak sampai мелают dan berhasil diredam oleh petugas Dishub lainnya yang berusaha menenangkan rekan mereka dan jukir yang bersangkutan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Medan, Bapak Rahmat Hidayat, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, membenarkan adanya insiden tersebut. Beliau menyayangkan tindakan jukir liar yang menghalangi petugas dalam menjalankan tugas penertiban parkir. “Kami sedang melakukan penertiban parkir liar demi ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Tindakan jukir yang rebutan lahan dan menghalangi petugas sangat disayangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bapak Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya telah berulang kali melakukan sosialisasi dan penertiban terkait parkir liar di kawasan Jalan Gatot Subroto. Namun, masih banyak jukir liar yang tetap beroperasi dan bahkan cenderung arogan saat ditertibkan. Pihaknya akan terus melakukan tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk menertibkan parkir liar di Kota Medan.

Sementara itu, jukir yang terlibat perselisihan enggan memberikan komentar lebih lanjut. Namun, beberapa jukir lain di sekitar lokasi mengaku merasa memiliki “wilayah” masing-masing dan seringkali terjadi persaingan tidak sehat dalam memperebutkan lahan parkir.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, pihak Dishub Kota Medan berencana untuk meningkatkan pengawasan dan penertiban di kawasan-kawasan rawan parkir liar. Mereka juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian jika diperlukan tindakan lebih lanjut terhadap jukir-jukir liar yang ada dan melanggar hukum. Insiden jukir rebutan lahan ini menjadi perhatian serius Pemko Medan dalam upaya menata perparkiran dan menciptakan ketertiban umum.