Medan, Sumatera Utara – Suasana tegang menyelimuti Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) pada hari Rabu, 23 April 2025, sore hari. Ratusan warga yang marah melakukan aksi unjuk rasa dan mengepung kantor polisi tersebut sebagai buntut dari insiden tabrak lari yang diduga melibatkan sebuah mobil dinas milik Polda Sumut.

Kejadian insiden tabrak lari tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Gatot Subroto, Medan. Seorang pengendara sepeda motor, yang belakangan diketahui bernama Rian (28 tahun), menjadi korban tabrak lari oleh sebuah mobil berwarna hitam dengan plat nomor polisi yang diduga kuat milik institusi kepolisian. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka parah dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan.

Kemarahan warga memuncak setelah beredar kabar bahwa pengemudi mobil yang terlibat dalam insiden tabrak lari tersebut tidak bertanggung jawab dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Informasi yang cepat menyebar melalui media sosial memicu aksi spontanitas warga untuk mendatangi Mapolda Sumut dan menuntut keadilan atas kejadian yang menimpa Rian.

Massa yang datang dengan membawa berbagai macam spanduk dan poster meneriakkan yel-yel tuntutan agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku insiden tabrak lari dan memberikan sanksi tegas. Mereka juga menuntut transparansi dalam penanganan kasus ini dan meminta agar tidak ada upaya untuk melindungi oknum anggota kepolisian yang terlibat. Aksi massa ini sempat memicu kemacetan parah di sekitar Jalan Sisingamangaraja XII, tempat Mapolda Sumut berada.

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, akhirnya menemui perwakilan massa untuk menenangkan situasi. Dalam keterangannya, Kapolda menyampaikan keprihatinannya atas insiden tabrak lari yang terjadi dan berjanji akan mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Tim Propam Polda Sumut telah diterjunkan untuk melakukan penyelidikan internal dan mencari tahu identitas pengemudi mobil tersebut. Jika terbukti bersalah, akan ada tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Irjen Pol. Agung di hadapan perwakilan pengunjuk rasa.

Untuk meredam emosi massa, Kapolda juga berjanji akan memberikan perkembangan informasi terkait penyelidikan kasus ini secara berkala kepada publik. Pihak kepolisian juga telah membentuk tim khusus gabungan dari Satlantas dan Propam untuk mempercepat proses pengungkapan kasus insiden tabrak lari ini. Sementara itu, korban Rian masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak keluarga korban berharap agar pelaku segera ditangkap dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Situasi di depan Mapolda Sumut berangsur kondusif setelah Kapolda memberikan penjelasan dan jaminan penanganan kasus secara serius.