Kategori: Buah

Lenyap dari Bumi: 5 Tanaman Buah yang Tak Lagi Bisa Kita Nikmati

Keanekaragaman hayati adalah kekayaan planet kita, namun sayangnya, banyak spesies tanaman, termasuk tanaman buah, yang telah punah karena berbagai faktor. Kehilangan ini bukan hanya sekadar berkurangnya varietas makanan, tetapi juga hilangnya potensi genetik dan ekologis yang tak ternilai. Berikut 5 tanaman buah yang diketahui telah punah di berbagai belahan dunia:

  1. Silphium (Kuno): Meskipun lebih dikenal sebagai tanaman herbal, silphium dari Afrika Utara kuno juga menghasilkan buah yang kemungkinan dikonsumsi. Tanaman ini sangat penting bagi ekonomi kota Cyrene dan punah pada zaman Romawi akibat eksploitasi berlebihan karena nilai medis dan kulinernya. Detail rasa buahnya sayangnya tidak banyak terdokumentasikan.
  2. Saint Helena Olive (Nesiota elliptica): Pohon zaitun endemik Pulau Saint Helena ini menghasilkan buah kecil seperti zaitun. Punahnya disebabkan oleh deforestasi dan introduksi spesies invasif seperti kambing dan kelinci. Pohon terakhir dilaporkan mati pada awal abad ke-20.
  3. Lagenaria guianensis (Kemungkinan Punah): Anggota keluarga labu-labuan ini dulunya ditemukan di Amerika Selatan tropis. Meskipun beberapa catatan menunjukkan buahnya bisa dimakan saat muda, deforestasi dan perubahan habitat kemungkinan besar menyebabkan kepunahannya. Statusnya saat ini masih diperdebatkan, namun sangat langka dan mungkin punah di alam liar.
  4. Kokio cookei: Pohon bunga sepatu endemik Hawaii ini menghasilkan buah kapsul yang kering, namun kerabatnya menghasilkan buah yang bisa dimakan. Kokio cookei punah di alam liar akibat hilangnya habitat dan persaingan dengan spesies invasif. Upaya konservasi melalui penanaman di penangkaran berhasil menyelamatkan spesies ini dari kepunahan total, namun tidak lagi tumbuh liar.
  5. Maba buxifolia (Kemungkinan Punah): Pohon eboni kecil dari Mauritius ini menghasilkan buah beri kecil. Punahnya disebabkan oleh hilangnya habitat akibat konversi lahan untuk pertanian dan introduksi spesies invasif. Meskipun ada upaya konservasi, keberadaannya di alam liar sangat diragukan.

Kepunahan tanaman buah ini adalah pengingat penting tentang dampak aktivitas manusia terhadap keanekaragaman hayati. Upaya konservasi dan pelestarian habitat menjadi krusial untuk mencegah lebih banyak spesies buah dan tanaman lainnya lenyap dari muka bumi.

Menjelajahi Bumi Srikaya: 5 Daerah Penghasil Buah Manis Eksotis Terbaik di Indonesia

Buah srikaya (Annona squamosa), dengan kulitnya yang unik menyerupai sisik dan daging buahnya yang manis legit, ternyata memiliki beberapa sentra penghasil terbaik di berbagai wilayah Indonesia. Meskipun bukan merupakan komoditas utama secara nasional, kualitas srikaya dari daerah-daerah tertentu sangat diakui. Berikut 5 daerah yang dikenal menghasilkan buah srikaya dengan cita rasa istimewa:

1. Sumenep, Madura (Jawa Timur): Kabupaten Sumenep di Pulau Madura dikenal sebagai salah satu sentra produksi srikaya terbesar di Indonesia, terutama varietas Srikaya Langsar. Tanah tegalan yang luas di Sumenep sangat cocok untuk budidaya srikaya. Bahkan, produksi srikaya di Sumenep seringkali melimpah dan didistribusikan ke luar daerah Madura.

2. Gunungkidul (Yogyakarta): Meskipun ukuran buahnya mungkin tidak sebesar srikaya dari daerah lain, srikaya asal Gunungkidul di Yogyakarta dianggap memiliki rasa yang paling enak oleh banyak penggemar buah ini. Srikaya Gunungkidul menjadi primadona di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sering dicari saat musim panen tiba, biasanya antara Januari hingga Februari.

3. Pati (Jawa Tengah): Meskipun tidak sepopuler Gunungkidul di wilayah Yogyakarta, Pati di Jawa Tengah juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil srikaya. Srikaya dari Pati juga seringkali ditemukan di pasar-pasar tradisional di Yogyakarta bersama dengan srikaya Gunungkidul.

4. Pasuruan (Jawa Timur): Petani srikaya di Pasuruan, Jawa Timur, juga menunjukkan potensi produksi yang signifikan. Bahkan, pernah dilaporkan adanya peningkatan hasil panen hingga dua kali lipat di daerah ini. Meskipun ukuran buahnya terkadang lebih kecil karena faktor musim, rasa manisnya tetap terjaga.

5. Tuban (Jawa Timur): Desa Bektiharjo di Kabupaten Tuban disebut-sebut sebagai pusat budidaya srikaya terbesar di Tuban. Saat musim panen, banyak pedagang dari berbagai daerah, termasuk Madura dan Jakarta, datang ke Bektiharjo untuk membeli srikaya.

Meskipun kelima daerah ini dikenal sebagai penghasil srikaya terbaik, bukan tidak mungkin daerah lain di Indonesia juga memiliki potensi yang sama. Kualitas srikaya sangat dipengaruhi oleh jenis varietas, kondisi tanah, dan perawatan yang diberikan. Dengan semakin meningkatnya minat terhadap buah eksotis ini, diharapkan budidaya srikaya akan semakin berkembang di berbagai penjuru Nusantara.

© 2026 CNBC Medan

Theme by Anders NorenUp ↑